5 KEBIASAAN KARYAWAN MENGELABUI ATASAN

    termination-110301_960_720

    Dunia ini adalah panggung sandiwara. Setidaknya itulah yang dikatakan God Bless dalam lagunya. Nah, kalau boleh mengaitkan, Mister Mentiko mencoba menghubungkan dunia kerja dengan panggung sandiwara. Dunia kerja memang penuh dengan sandiwara. Atas dasar apakah muncul pernyataan demikian?

    1. Karyawan lebih pintar daripada seorang bos dalam mencari alasan. Maka tak jarang seorang bos terpedaya oleh ucapan-ucapan yang dilontarkannya.
      Contoh: Ketika seorang karyawan datang terlambat karena hujan.
      Bos                    : Kenapa kamu datang terlambat?
      Karyawan            : Hujan, Pak.
      Bos                    : Jadi kalau hujan tiap hari bagaimana?
      Karyawan            : (diam agak lama sebelum nekat menjawab) Ya banjir, Pak. Lihat tuh baru hujan dua jam saja sudah banjir!
    1. Karyawan itu sering aji mumpung. Contohnya, bos memerintahkan seorang karyawannya untuk dinas luar seperti ke bank, kantor pajak, atau bertemu klien. Maka sangat jarang ditemukan karyawan yang benar-benar menjalankan perintah dengan baik. Kebanyakan karyawan menyelesaikan tugas setengah jam tapi kemudian pulang untuk tidur atau nongkrong hingga jam makan siang berakhir. Setelah itu barulah kembali ke kantor.
    2. Adzan berkumandang, karyawan muslim bersyukur. Ijin shalat berjamaah ke mesjid dengan si bos, lalu kembali ke kantor setelah dzikir yang sangat panjang (dzikirnya sedikit, tidurnya panjang).
    3. Cari sampingan ketika pekerjaan terasa lowong. Akan ada saja karyawan yang merasa kekurangan, merasa digaji tidak sesuai dengan pekerjaan yang diberikan. Oleh karena itu, membuat mereka mencari-cari job sampingan di dalam ataupun di luar kantor. Seperti jual pulsa, jual parfum, jual baju, bisnis daring, dan lain sebagainya. Namun terkadang karena sibuk keasyikan dengan job sampingan itu malah melalaikan pekerjaan utamanya. Huft….
    4. Pandai membaca muka atasan. Karyawan yang licik ternyata juga pintar membaca situasi. Ibarat pencuri, seorang pencuri pasti tak ingin ketahuan mencuri. Begitu pula karyawan yang sedang bohong tak ingin ketahuan bohong. Maka itu membaca muka atasan harus dikuasai seorang karyawan. Karena kalau sedang badmood bisa-bisa diterkam oleh atasan walau tak bersalah dan tak berkata-kata. Maka itu berbohonglah ketika wajah bos berseri-seri. Pasti ia tak akan peduli.

    Bagi kalian yang merasa sering melakukan hal di atas harus berhati-hati. Sebab tak ada gading yang tak retak, tak ada tupai yang tak jatuh. Awas ketahuan si bos kalau belum siap untuk dipecat.