BERTEMUNYA DUA ‘ORANG’ DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER

    BUKIT LAWANG

    Teks dan Foto: Sejati Ayu Putri

    Taman Nasional Gunung Leuser mempertemukan dua ‘orang’ yang berbeda habitat. Akhir pekan kali ini kita isi dengan berwisata ke kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, tepatnya di kawasan wisata alam Bukit Lawang. Objek wisata ini terletak di Kabupaten Bahorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, Taman Nasional Gunung Leuser merupakan daerah konservasi orang utan. Maka di sinilah tempat bertemunya dua ‘orang’ yang berbeda habitat itu, orang (manusia-baca) dan orang utan.

    Taman Nasional Gunung Leuser bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan akhir pekan kalian. Untuk me-refresh segala kepenatan setelah aktifitas selama seminggu. Ditambah padatnya aktifitas dan minimnya pemandangan hijau di tengah kota, Taman Nasional Gunung Leuser bisa jadi alasan untuk berlibur karena mungkin kalian merasa lelah.

    Untuk bisa menikmati keindahan pemandangan Taman Nasional Gunung Leuser kita harus menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam dari kota Medan, dan mungkin bisa lebih lama disebabkan akses jalan mengalami sedikit kerusakan, sangat disayangkan jalan antar provinsi dan tempat wisata ini kurang menjadi perhatian.

    Sebelum sampai di Taman Nasional Gunung Leuser kita akan disambut terlebih dahulu oleh hamparan sungai bahorok (kawasan wisata alam Bukit Lawang). Untuk memasuki daerah wisata Bukit Lawang dikenakan tarif Rp. 5.000/orang dan tak jauh dari pintu masuk harus membayar retribusi parkir untuk kendaraan Rp. 20.000/mobil, dan Rp. 5.000/sepeda motor.

    Itulah salah satu kelebihan objek wisata ini. Pengunjung yang datang ke Taman Nasional Gunung Leuser bukan hanya dapat bertemu dengan orang utan saja. Kebanyakan pengunjung juga dapat menikmati pemandangan dan segarnya air aliran sungai Bahorok yang begitu dingin.

    Sekarang ini untuk bertemu orang utan di Taman Nasional Gunung Leuser  ibarat sebuah peruntungan. Bisa bertemu dan bisa juga tidak. Karena penangkaran resmi orang utan di Taman Nasional Gunung Leuser telah ditutup. Alasan ditutupnya penangkaran itu karena orang utan merupakan hewan langka yang kini populasinya sudah semakin sedikit, untuk itu kita harus melepasnya dan membiarkannya hidup mencari habitatnya di alam lepas. Tapi jangan takut, di sini masih tersedia beberapa jalan untuk menuju habitat-habitat orang utan tersebut. Jangan takut tersesat juga, karena pihak pengelola telah menyiapkan guide dengan tarif per pengunjung mulai dari Rp. 70.000,- (sudah termasuk makanan untuk orang utan dan wisata air tubing).

    Awal perjalanan dimulai dari melewati titi gantung yang cukup panjang dengan pemandangan yang cukup indah, di sini kita bisa menikmati derasnya suara deru air yang mengalir dari sungai Bahorok. Waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan ini sekitar 1,5 jam dengan berjalan kaki. Jalan yang menanjak dan menurun dengan medan curam menjadi satu tantangan sendiri. Lelah akan terbayar ketika bisa melihat orang utan secara langsung di habitatnya. Dapat memberi makan secara langsung. Oya, tapi harus tetap waspada dan hati-hati ya, karena orang utan bisa saja merasa terganggu dengan kehadiran pengunjung.

    ORANG UTAN

    Setelah bertemu dengan orang utan, kita dapat melanjutkan dengan Tubing. Tubing merupakan wisata air yang menggunakan bekas ban dalam mobil, kalau dilihat lebih kurang seperti arung jeram. Dan yang pasti Tubing tak kalah seru dengan arung jeram sebenarnya.

    Setelah bertemu orang utan dan menikmati Tubing tidak sah rasanya jika tidak menceburkan diri ke dalam sungai Bahorok. Memang begitulah kebiasaan para pengunjung di sini. Oiya sedikit menginformasikan, pengunjung yang berdatangan ke Taman Nasional Gunung Leuser dan Bukit Lawang ini didominasi oleh pengunjung mancanegara. Setelah lelah perjalanan menemui orang utan, kita dapat menyegarkan diri di aliran sungai Bahorok. Lengkaplah sudah perjalanan wisata ke Taman Nasional Gunung Leuser dan Bukit Lawang ini.

    Pemandangan hijau, bertemu langsung dengan Orang utan dan menikmati segarnya aliran air sungai Bahorok bisa menjadi obat untuk menghilangkan sedikit penat dan bisa membuat kita memulai aktifitas dengan semangat lagi. Happy weekend!